Promo

Contact Us

Contact Us

Send Us a Message

Booking Form

Contact Us

Contact Us

Send Us a Message

Contact

Contact Us

Contact Us

Send Us a Message

Promo

Contact Us

Contact Us

Send Us a Message

Booking Form

Contact Us

Contact Us

Send Us a Message

Contact

Contact Us

Contact Us

Send Us a Message

Siapa sosok Kartini bagi kamu, Besties?

Siapa sih yang gak kenal dengan sosok Kartini? Seorang bangsawan
yang dikenal sebagai perempuan yang tegas, berambisi, dan bertekad keras memperjuangkan
hak wanita Indonesia untuk memiliki pendidikan yang lebih tinggi. Selain tekadnya
yang kuat, beliau juga sangat mudah berbaur dengan semua kalangan dan pantang
menyerah walau dalam keadaan terhimpit.

Selain sosok Kartini, ternyata banyak juga lho
wanita Indonesia yang mengharumkan nama bangsa salah satunya Maudy Ayunda yang merupakan pembicara
termuda pada The Regional Conference
Evaluate the Millennium Development Goals and Looks to Creating a Foundation
for the Post 2015
yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, Indonesia. Chelsea
Islanpun masuk ke dalam deretan yang mengharumkan nama bangsa Indonesia yang dianugrahi
penghargaan dalam sebuah dalam eventSouth East Asia Leaders Summit (SEALS) 2017 yang merupakan acara tahunan untuk mencetak calon pemimpin
bangsa. Kegiatan tersebut diikuti oleh 120 anak muda se-ASEAN.

Selain nama-nama di atas, banyak juga lho yang
berpendapat kalau sosok Kartini
dalam hidup mereka adalah Ibu. Kalau besties gimana,
setuju gak? Tria, salah seorang yang menjadikan ibu sebagai sosok Kartini di hidupnya. Bagi Tria, ibunya adalah sosok wanita
hebat dan mandiri yang rela berkorban demi anak dan keluarganya. Saat ini Tria
dan Ibunya merupakan karyawan Waxhaus.

Ibu Adalah Pahlawan dan Sahabatku

Bagi Tria, perjuangan bu Yati melebihi sosok
Kartini dalam keluarganya. Setelah putus kontrak dari kantor lamanya, bu
Yati  terus berusaha mencari pekerjaan
untuk menghidupi 3 orang anak serta ibunya yang sudah renta. Pada tahun 2018
ini, beliau genap 4 tahun bekerja di Waxhaus.

Tidak hanya diberi kesempatan untuk mengajak
anaknya bekerja, bu Yati juga mampu menghidupi keluarganya dengan membangun
rumah dari hasil jerih payahnya
sendiri. Selain itu, ia pun berhasil menyekolahkan Tria hingga lulus SMA.

Sempat dicibir tetangganya karena dianggap
bekerja di salonyang dianggap negatif, tidak membuat bu Yati berfikir negatif dan patah semangat. Hal
tersebut membuatnya semakin gigih bekerja tanpa memperdulikan kata orang. Bagi
bu Yati yang terpenting adalah bagaimana menghidupi keluarganya. Saat ini  orang-orang di sekitarnya justru berbalik
sensupport pekerjaan bu Yati.

Terima Kasih Ibu

Perjuangan bu Yati yang tanpa henti untuk
keluarganya, membuat Tria tentu ingin berterima kasih kepada Ibunya.  Cara yang bisa dilakukannya adalah dengan selalu berprestasi semasa sekolah, hingga menjadi salah satu penerima
beasiswa dari Waxhaus.
Tidak berhenti sampai di situ, gaji darihasil bekerja di Waxhaus digunakan untuk melanjutkan
pendidikan S1 nya.Hal itu ia lakukan semata-mata untuk membuat Ibunya bangga. Kesuksesan yang
sudah Tria raih tidak terlepas dari dukungan dan doa ibunya yang tidak pernah
putus.

Nah, buat besties, yang punya cerita seperti
Tria, share yuk!

Leave a Comment